SEKILAS INFO
: - Thursday, 23-11-2017
  • 2 minggu yang lalu / Simulasi 1 UBK  tanggal 6 – 7 November 2017. Moga lancar
  • 3 minggu yang lalu / Pengumpulan Soal Tes Semester, Paling Lambat Tangal 30 Oktober 2017
  • 1 bulan yang lalu / Pengisian PMP maksimal tanggal 20 Oktober 2017
Kiat Sukses Wawancara Kerja

Berikut ini kami sampaikan beberapa hal yang perlu disiapkan untuk menghadapi wawancara kerja. Agar sukses ikuti tips berikut ini:

#1. Siapkan CV.
Anda tak bisa memenangkan peperangan tanpa senjata yang mumpuni. Begitu pula Anda tak mempunyai perangkat untuk menyakinkan pewawancara kerja jika Anda tidak mempunyai Curriculum Vitae (CV) yang menjadi bukti prestasi dan meningkatkan “daya jual” Anda. Sebelum hari wawancara tiba, persiapkan CV dengan baik, yang bisa menggambarkan kelebihan Anda dan disesuaikan dengan posisi yang Anda ingin lamar. “CV Anda paling tidak menggambarkan bahwa Anda adalah orang yang kompeten untuk memenuhi posisi yang sedang ditawarkan oleh perusahaan yang Anda minati,” ujar Gloria Dewi C. Pangaribuan, Chief Consultant dari Experd. Karenanya, buatlah CV yang jujur, padat, dan atraktif. Jangan lupa, lampirkan portofolio dan bukti-bukti profesionalisme Anda.

#2. Gali informasi tentang perusahaan tujuan.
Sebelum Anda pergi wawancara, cari tahu terlebih dahulu informasi mengenai perusahaan tempat Anda melamar dan juga pekerjaan yang hendak Anda lamar. Jangan biarkan kepala Anda sama sekali kosong saat Anda datang dipanggil. Tidak sedikit pewawancara bertanya kepada para pelamar untuk memastikan apakah dia paling tidak sedikit paham mengenai perusahaan, khususnya posisi yang ia lamar. Pengetahuan mengenai perusahaan yang hendak dilamar dapat menunjukkan minat Anda untuk bergabung dengannya.

#3. Datang tepat waktu.
Sejak masa sekolah, Anda sudah terlalu sering mendengar kalimat ini, “Datang tepat waktu.” Bisa diartikan bahwa jika Anda datang lebih awal, itu berarti Anda tepat waktu. Jangan datang terlalu mepet. Sebaiknya, Anda datang sekitar 15 – 30 menit lebih awal. Waktu sisa itu dapat Anda pergunakan untuk merapikan penampilan, menyiapkan bahan yang hendak Anda diskripsikan nanti, dan memantapkan mental Anda. Jangan bergadang dan jangan lupa untuk sarapan sebelum berangkat. Jika ini adalah wawancara mengenai pekerjaan impian Anda, wajar jika Anda tegang dan gugup sehingga dengan datang lebih awal, Anda bisa menenangkan diri sejenak. Santai saja dan jadilah diri Anda sendiri.

#4. Pakaian yang rapi adalah wajib!
Penampilan Anda mungkin bukan menjadi penentu apakah Anda diterima atau tidak, namun akan memainkan peran besar terhadap penilaian orang lain terhadap kepribadian Anda – terutama kesan pertama. “Kesan pertama itu memang penting. Maka banyak orang mengatakan, Dress for success. Itu benar adanya dan masih berlaku sampai sekarang,” ujar Gloria. Jika Anda datang dengan penampilan rapi, formal, lengkap dengan portofolio dan CV yang tersusun rapi, itu akan memperlihatkan sikap profesional Anda. Berpakaian yang rapi juga berarti Anda menghormati pewawancara Anda. Sesuaikan juga pakaian Anda dengan posisi yang Anda lamar. Jika Anda melamar di dunia perbankan, Anda bisa memakai pakaian yang formal. Misalnya kemeja, dasi, celana berbahan, dan pantofel. Jika Anda melamar di dunia pekerjaan kreatif, Anda bisa menggunakan pakaian yang lebih kasual, tetapi tetap sopan.

#5. Bersikap baik pada si resepsionis.
Orang yang berada di depan mungkin bukan seorang hiring manager. Namun, bukan berarti kesannya terhadap Anda bukan suatu masalah. Faktanya, beberapa perusahaan secara khusus memberikan instruksi kepada resepsionis untuk melapor bagaimana sikap para pelamar kerja selama menunggu. Jadi, penting untuk bersikap sopan padanya.

#6. Perhatikan gestur tubuh.
Jika Anda dipanggil wawancara, Anda mungkin akan berpikiran bahwa mereka yang akan mulai untuk mengenalkan diri terlebih dahulu. Meskipun benar demikian, jangan takut untuk menjadi yang pertama dalam berjabat tangan. Dengan gestur kecil tersebut, Anda menyatakan bahwa Anda senang berada di sana, siap untuk wawancara, dan percaya diri. Saat wawancara, penting untuk menjaga kontak mata dengan pewawancara. Kontak mata dan kepercayaan diri Anda menunjukkan sikap bahwa Anda siap. Hal sederhana lain yang dapat Anda lakukan adalah menjawab dengan senyuman. “Pertemuan singkat dengan pewawancara ini akan berdampak panjang kepada karier Anda ke depan. Artinya, kita harus sebisa mungkin meninggalkan kesan yang baik selama wawancara,” ujar Gloria.

#7. Saat sesi tanya jawab.
Biarkan pewawancara memimpin jalannya wawancara, tapi ingat bahwa Anda tidak perlu menunggu hingga akhir sesi wawancara untuk bertanya. Sementara mereka menjelaskan tentang perusahaan dan pekerjaan Anda nanti, pertanyaan dari Anda akan menunjukkan minat dan ketertarikan Anda pada posisi tersebut. Anda bisa membuat suasana wawancara yang interaktif, selama Anda ramah dan memberikan jawaban yang sesuai. Pewawancara mungkin akan mulai dengan, “Coba ceritakan diri Anda dan pengalaman Anda. Mengapa Anda merasa menjadi kandidat yang tepat untuk pekerjaan ini.” Ini adalah saat yang tepat untuk Anda “menjual” diri. Berikan beberapa contoh pengalaan dan keahlian Anda yang kira-kira nantinya akan membantu Anda dengan pekerjaan nanti.

#8. Menjawab pertanyaan-pertanyaan umum saat wawancara.
Jika Anda sudah beberapa kali mendatangi wawancara kerja, mungkin Anda akan menemukan beberapa pertanyaan yang serupa di manapun Anda wawancara. Jawablah pertanyaan tersebut secara sistematis, padat, dan tepat. Jangan bertele-tele dan membuat pernyataan yang menimbulkan pertanyaan lebih lanjut. Berikut adalah beberapa contoh pertanyaannya.

>> Bagaimana Anda melihat diri Anda lima tahun ke depan?
Ya, pertanyaan ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering muncul saat wawancara kerja. Jangan memberikan jawaban yang terkesan tidak ambisius, tetapi juga jangan terlalu muluk. Misalnya, dalam lima tahun, Anda menjawab ingin menjadi CEO di perusahaan tersebut. Tentu, itu tidak masuk akal – kecuali jika Anda menikahi anak komisarisnya. Akan lebih baik jika menjadi CEO adalah rencana jangka panjang Anda. Inti dari pertanyaan ini adalah perusahaan ingin melihat kontribusi yang bisa Anda berikan terhadap perusahaan dalam lima tahun ke depan. Coba pikirkan mengenai bagaimana Anda menyumbangkan kontribusi yang besar melalui posisi yang Anda lamar. Anda bisa memberikan contoh skill yang ingin Anda asah agar pekerjaan Anda lebih maksimal. Dengan demikian perusahaan bisa melihat ambisi Anda dan mengetahui bahwa Anda ingin belajar.

>> Mengapa kami harus menerima Anda?
Melalui pertanyaan ini Anda harus meninggalkan kesan bahwa mereka gila jika tidak mau menerima Anda. Namun, untuk mencapai hal tersebut, Anda tidak hanya harus mengutarakan bagaimana Anda memenuhi hampir semua kriteria yang perusahaan cari, tetapi juga memiliki dua atau tiga skill yang mungkin saja suatu saat dibutuhkan perusahaan. Misalnya saja, Anda melamar menjadi seorang copywriter, namun juga memiliki keahlian di bidang desain grafis. Suatu saat mereka butuh graphic designer, Anda bisa membantu perusahaan dengan skill yang Anda miliki. Itu poin tambahan bagi Anda.

>> Apa kelemahan dan kelebihan Anda?
Anda mungkin memiliki banyak kelebihan, tapi pilihlah satu yang kira-kira paling dibutuhkan perusahaan. Berikan jawaban yang membuat mereka ingin menerima Anda sekarang juga. Pertanyaan mengenai kelemahan mungkin sedikit menjebak, namun Anda bisa menjawabnya dengan menjadikan kelemahan tersebut terlihat memiliki sisi baik yang lain atau bagaimana Anda menanggulanginya. Contohnya, jika Anda adalah seseorang yang tidak bisa multitasking, Anda mengakui bahwa dalam mengerjakan sesuatu Anda harus mengerjakan satu hal hingga selesai baru hal lainnya. Dengan begitu, Anda jadi lebih bisa fokus dengan pekerjaan Anda dan memeroleh hasil yang maksimal daripada Anda mengerjakan hal lain secara bersamaan.

#9. Siapkan pertanyaan Anda, jika ada.
Siapkan pertanyaan Anda, yang relevan dengan pekerjaan dan perusahaan – bukan PIN BB pewawacara Anda. Jangan khawatir jika Anda tidak memiliki pertanyaan – karena sudah mendapat jawaban yang jelas pada saat wawancara. Itu bukan masalah yang besar. “Yang terpenting bagaimana cara Anda mengemasnya. Anda bisa bilang dengan cara yang sopan bahwa dari wawancara tadi, Anda sudah mendapatkan informasi yang cukup jelas,” ujar Gloria.

#10. Tinggalkan kesan positif.
Saat wawancara, bersikaplah sepositif mungkin dalam menjelaskan diri Anda. Bahkan, jika Anda mengalami pengalaman buruk saat di perjalanan tadi, cobalah untuk tidak menunjukkan itu saat wawancara. Jika Anda ditanya mengenai pekerjaan Anda sebelumnya, jangan tergoda untuk menjelekkan posisi pekerjaan Anda sebelumnya. Jangan pula menjelekkan perusahaan Anda sebelumnya. Tunjukkan bahwa Anda melamar di perusahaan ini sebagai kesempatan untuk membangun karier Anda menuju jalan yang lebih baik lagi. Menunjukkan antusiasme dan sikap yang positif adalah hal yang paling bisa Anda lakukan. Sikap yang baik akan memberikan dampak yang lebih baik juga. Semoga berhasil!

 

Lowongan PT HIT POLYTRON

Lowongan PT Solusi Layanan Mandiri

Statistik Pengunjung